Apa itu Save Street Child?

Save Street Child adalah komunitas berjejaring yang peduli terhadap permasalahan anak jalanan. Dibentuk dan dikelola oleh anak muda serta bersifat independen, desentralis, juga kreatif: sesuai semangat muda. Save Street Child bukan merupakan underbow dari organisasi besar manapun, serta mandiri secara finansial.

 

Bagaimana Bentuk Save Street Child?

Seperti yang dijelaskan di awal, bentuk dari komunitas ini adalah independen, kreatif dan desentralis. Karena, kita tahu, permasalahan anak-anak jalanan sangatlah kompleks dan fenomenal. Tidak bisa digeneralisir dari satu kota saja.

 

Bagaimana kebutuhan finansial dari komunitas ini terpenuhi?

Kebutuhan finansial dari komunitas ini sifatnya lepas dan tidak mengikat. Biasanya berupa donasi dari “Sahabat SSC” (sebutan untuk para donatur) dan swadaya dari tiap-tiap anggota, atau fundraising berupa mengamen, jualan baju, dan aksi-aksi lain yang mendukung.

 

Mengapa ada Save Street Child?

Seperti yang kita ketahui, banyak sekali yayasan, LSM dan lembaga-lembaga lain yang fokus terhadap permasalahan anak jalanan. Sayangnya, keberadaan mereka kurang terawat, kadang bahkan terabaikan dari perhatian masyarakat dan pihak-pihak terkait. Ini menimbulkan efek simultan, dan menjadikan anak-anak tersebut terabaikan. Di sinilah peran Save Street Child menjembatani dan memberikan angin segar untuk para anak-anak yang merasa hanya menjadi “tanggungan” yayasan tersebut. Dengan memanusiakan mereka kembali, harkat dan martabat anak-anak jalanan, baik yang tertampung maupun yang tidak.

 

Apa saja kegiatan yang bisa dilakukan?

Kegiatan-kegiatan yang bisa dilakukan adalah pemberdayaan anggota dengan workshop, kajian dan diskusi. Pemberdayaan anak-anak dengan pengetahuan dan kreativitas (bermain sambil belajar). Dan pemenuhan-pemenuhan kebutuhan dengan membuka portal donasi sembako, maupun pakaian-pakaian layak pakai, atau membuka kesempatan untuk menjadi orang tua atau kakak asuh.

 

Apa fokus garapan komunitas ini?

Fokus garapan dari Save Street Child adalah anak-anak jalanan dan anak-anak marjinal (misal, anak dari kampung nelayan kumuh, kampung pemulung, dst). Dan advokasi (terutama pendidikan) anak-anak dan ibunya. Karena, anak dan ibu adalah suatu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.

 

Apa tujuan dibentuknya komunitas Ini?

Tujuan dibentuknya komunitas ini bukan lantas seperti target pemerintah “Bebas Anak Jalanan” tapi lebih ke arah humanitas yang seharusnya mereka dapatkan. Kualitas lebih ditekankan, dan, pergerakan kita lebih ke arah konsep mikro ketimbang makro. Sehingga fokusnya adalah per individu, karena manusia itu unik dan memiliki kebutuhan berbeda. Meskipun kecil dan mungkin tidak berdampak besar, tapi konsistensi dan kegiatan yang memiliki fokus lebih jelas pengukurannya dan lebih menitikberatkan pada pengembangan karakter baik dari anak-anak itu sendiri, maupun anggota komunitas ini. Karena proses belajar itu selalu dua arah.

Selain itu, Save Street Child dapat menjadi laboratorium pengabdian masyarakat anak-anak muda yang sadar dan peduli, serta mau beraksi untuk perubahan kecil yang mungkin akan berdampak besar. Tidak ada yang bisa memastikan keberlangsungan masa depan selain Tuhan, namun manusia berhak mengupayakan semaksimal mungkin agar tercapai masa depan yang lebih baik. Secara mikro, komunitas ini memupuk harapan dari anak-anak tersebut, dan secara makro yakni menyelamatkan generasi bangsa.

 

Apa yang bisa dikembangkan dari komunitas ini?

Hal-hal yang bisa dikembangkan dari komunitas ini adalah karakter dari tiap anggota dan anak-anak jalanan yang diperhatikan bersama. Pengetahuan akan kondisi sosial dan demografis masyarakat sekitar (tiap kota berbeda tentunya), pemahaman dan praktek advokasi untuk anak-anak dan orang-orang marjinal. Jaringan antarlembaga, antartokoh dan antarmasyarakat yang luas. Serta program-program dan kegiatan-kegiatan yang mendukung tercapainya tujuan bersama dalam lingkup nasional.

 

Apa itu “Crew”, “Volunteer”, dan “Sahabat” Save Street Child?

 

1. Crews Save Street Child

Adalah orang-orang yang intens, masuk ke dalam kepengurusan dan terdaftar dalam komunitas tersebut sebagai Crew. Memiliki ID-Card sebagai Crew dan menjalankan hak-hak dan kewajibannya sesuai aturan yang disepakati bersama dalam kepengurusan.

 

2. Volunteer Save Street Child

Adalah orang-orang yang bertindak sebagai sukarelawan dan lebih bersifat membantu dalam acara atau kegiatan yang dibuat oleh Tim Save Street Child. Dalam statusnya, Volunteer tidak mempunyai kewajiban terhadap SSC, akan tetapi mereka juga berhak untuk hadir dalam kegiatan SSC. Volunteer dapat berubah statusnya menjadi Crew sesuai ketentuan yang disepakati bersama oleh pengurus.

 

3. Sahabat Save Street Child

Adalah orang-orang yang memberikan support (donatur), biasanya dari segi finansial, demi kelangsungan program komunitas. Sifatnya lepas dan tidak terikat.

 

LALU, APA TUJUAN SAVE STREET CHILD KE DEPANNYA?

Selain menyebarkan kepedulian, tujuan utama dari komunitas ini adalah sebagai pusat informasi tentang hal-hal yang berhubungan dengan anak jalanan. Mulai dari rumah singgah, relawan, hingga akses pelatihan-pelatihan untuk pengorganisiran anak jalanan.

Save Street Child adalah rumah. Save Street Child adalah tempat berkumpul orang-orang yang peduli anak jalanan.